Bagaimana Mungkin Melanggar Aturan Bisa Disebut Taat?
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183) Sekilas, pertanyaan pada judul di atas terdengar aneh. Bukankah ketaatan berarti menjalankan aturan sebagaimana mestinya? Jika seseorang tidak berpuasa di bulan Ramadan, bukankah ia telah meninggalkan kewajiban? Cara berpikir seperti ini sering muncul di tengah masyarakat. Tidak sedikit penderita diabetes, pasien yang menjalani cuci darah (hemodialisis), atau orang dengan penyakit kronis tetap memaksakan diri berpuasa karena takut dianggap kurang beriman. Padahal, Al-Qur'an justru mengajarkan bahwa dalam kondisi tertentu, tidak berpuasa dapat menjadi bentuk ketaatan kepada Allah . Paradoks inilah yang dijelaskan melalui QS. Al-Baqarah ayat 184–185. Ayat tersebut menunjukkan bahwa tujuan syariat bukan sekadar mempertahankan aturan dalam segala keadaan, tetapi menghadirkan kemaslahatan bagi manusia. Ketaatan Tida...