Mengapa Isu LGBT Selalu Berakhir pada Perdebatan Moral dan HAM?
Setiap kali isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) kembali menjadi perbincangan, ruang publik hampir selalu bergerak ke pola yang sama. Sebagian orang berbicara tentang hak asasi manusia. Sebagian lainnya berbicara tentang moral. Menariknya, kedua pihak sering merasa saling membantah, padahal boleh jadi mereka tidak sedang membahas hal yang sama. Pola itu kembali terlihat setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sikapnya terhadap fenomena LGBT. Media sosial segera dipenuhi beragam tanggapan. Sebagian mendukung sikap MUI karena menganggap LGBT bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Sebagian lain justru mempertanyakan sikap tersebut dengan alasan bahwa setiap warga negara, termasuk kelompok LGBT, memiliki hak untuk hidup aman, bebas dari diskriminasi, dan memperoleh perlindungan hukum. Di antara keduanya, ada pula yang mengambil posisi tengah: mereka tidak menyetujui perilaku LGBT, tetapi berpendapat bahwa selama tid...