Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tafsir Ayat

Mengapa Isu LGBT Selalu Berakhir pada Perdebatan Moral dan HAM?

Setiap kali isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) kembali menjadi perbincangan, ruang publik hampir selalu bergerak ke pola yang sama. Sebagian orang berbicara tentang hak asasi manusia. Sebagian lainnya berbicara tentang moral. Menariknya, kedua pihak sering merasa saling membantah, padahal boleh jadi mereka tidak sedang membahas hal yang sama. Pola itu kembali terlihat setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sikapnya terhadap fenomena LGBT. Media sosial segera dipenuhi beragam tanggapan. Sebagian mendukung sikap MUI karena menganggap LGBT bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Sebagian lain justru mempertanyakan sikap tersebut dengan alasan bahwa setiap warga negara, termasuk kelompok LGBT, memiliki hak untuk hidup aman, bebas dari diskriminasi, dan memperoleh perlindungan hukum. Di antara keduanya, ada pula yang mengambil posisi tengah: mereka tidak menyetujui perilaku LGBT, tetapi berpendapat bahwa selama tid...

Bagaimana Mungkin Melanggar Aturan Bisa Disebut Taat?

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183) Sekilas, premis pada judul di atas mungkin terdengar janggal di telinga kita. Bukankah inti dari sebuah ketaatan adalah menjalankan perintah sesuai dengan aturan aslinya? Jika kita memilih untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan, bukankah secara otomatis kita sedang melintasi garis kewajiban? Cara pandang hitam-putih seperti ini rupanya masih mengakar kuat di tengah masyarakat kita. Kita sering menjumpai penderita diabetes, pasien yang rutin menjalani cuci darah (hemodialisis), atau mereka yang mengidap penyakit kronis tetap nekat memaksakan diri berpuasa. Ada semacam kecemasan psikologis bahwa jika tubuh mereka menyerah, maka kadar keimanan mereka pun dianggap ikut melonggar. Namun, apakah Al-Qur'an memang menuntut pengorbanan fisik yang destruktif seperti itu? Jika kita selami lebih dalam, lembaran syariat justr...